Wali Songo
Awal Mula Penyebaran Islam di
Indonesia
Sumber
sejarah dari Dinasti Tang pada tahun 674 Masehi memberikan petunjuk bahwa
memang pada masa-masa awal pertumbuhan Islam, saudagar-saudagar muslim dari
Arab sudah memasuki wilayah Nusantara. Dorongan kuat bagi saudagar-saudagar
Arab pada masa-masa awal Islam untuk menyebarkan Islam sampai ke wilayah
Nusantara tersebut didorong oleh hadis Rasulullah Saw. yang berbunyi:

Karena
kedatangan saudagar-saudagar muslim sejak tahun 674 M tersebut, ternyata belum
diikuti dengan penyebaran Islam secara massif di kalangan penduduk pribumi,
hingga munculnya para penyebar Islam di tanah Jawa yang dikenal dengan sebutan
Wali Songo.
Dalam
mengembangkan ajaran Islam di bumi Nusantara para wali memulai dengan beberapa
langkah strategis yaitu:
1) Tadrij (bertahap)
2) ‘Adamul Haraj (tidak menyakiti)
3) Dakwah Islam Periode Pra Wali
Songo
Awal mulanya ada dua teori yang
menyebutkan tentang kedatangan Islam di Nusantara, yaitu:
1) Dari pedagang Arab
2) Dari Persia
Dari
pedagang Arab, Islam masuk ke Indonesia pada pertengahan abad ke-7 berdasarkan
buku The Golden Kersonese: Studies in the Historical Geography of The Malay
Peninsula Before A.D. 1500, karya P. Wheatley.
Pada
abad ke-7 di masa kekuasaan Ratu Simha datangnya para pedagang Arab diberitakan
cukup banyak oleh sumber-sumber dari Dinasti Tang di Cina. Kemudian dalam Islam
Comes to Malaysia, S.Q. Fatimi menuliskan bahwa pada abad ke-10 Masehi telah
terjadi migrasi keluarga yang berasal dari bangsa Persia, yaitu:
-
Keluarga Lor
-
Keluarga Jawani
-
Keluarga Syiah
-
Keluarga Rumai
Nah
namun terjadi permasalahan tentang sejarah ini yaitu dalam kurun waktu
berabad-abad kemudian, tidak ditemukan bukti tentang pernah dianutnya Islam
secara luas di kalangan penduduk Nusantara.
Pertanda
yang muncul, justru terjadinya semacam penolakan dari penduduk setempat tentang
upaya-upaya penyebaran Islam yang mereka lakukan.
Dan
baru kemudian pada abad ke-15, yaitu masa dakwah Islam yang dipelopori oleh
tokoh-tokoh sufi yang dikenal dengan sebutan Wali Songo, Islam dapat diterima
dan diserap ke dalam asimilasi dan akulturasi budaya Nusantara.
Sejarah Dakwah Islam Masa Wali
Songo
Dalam
buku Sekitar Wali Songo yang dituliskan oleh Solichin Salam, Wali Songo berasal
dari Wali dan Songo. Kata wali berasal dari bahasa Arab, suatu bentuk singkatan
dari kata waliyullah, yang artinya adalah ‘orang yang mencintai dan dicintai
Allah Swt.’ Sedangkan kata songo yang merupakan bahasa Jawa yag berarti
‘sembilan’.
Kemudian
ada pendapat menurut Prof. K.H. R. Moh. Adnan, kata Wali Songo merupakan
perubahan atau kerancuan dalam pengucapan kata sana yang berasal dari kata
tsana (mulia) yang serupa dengan kata terpuji, sehingga menurutnya pengucapan
yang benar adalah Wali Sana yang berarti wali-wali yang terpuji.
Sehingga kesimpulannya Wali Songo
berarti Wali Sembilan yakni sembilan orang terpuji yang dicintai dan
mencintai Allah Swt.
Wali Songo menjadi tokoh yang
sangat penting di kalangan masyarakat muslim Jawa karena ajaran yang mereka
bawa merupakan ajaran yang unik, sosoknya yang menjadi teladan dan ramah kepada
siapa pun, sehingga mereka mempermudah menyebarkan ajaran Islam di wilayah
Nusantara.
Metode
yang dipergunakan untuk penyebaran agama Islam di Jawa, dilakukan oleh para
wali dengan memanfaatkan budaya lokal yang berkembang saat itu. Seperti halnya
wayang, tembang-tembang atau syair Jawa, gamelan atau alat musik Jawa serta
upacara-upacara adat yang dipadukan dengan unsur-unsur ajaran Islam.
Para
wali memasukkan nilai-nilai dan ajaran agama ke dalam berbagai unsur budaya
tersebut, sehingga dari yang sebelumnya masih bernuansa ajaran Hindu-Budha,
maka terjadilah asimilasi dan akulturasi budaya dengan ajaran Islam yang
menghasilkan harmonisasi dan keserasian.
Nah
masih ingatkah kalian Wali Songo itu siapa saja? Adapun Sembilan orang wali
yang diyakini masyarakat sebagai Wali Songo adalah:
-
Sunan Gresik
-
Sunan Ampel
-
Sunan Bonang
-
Sunan Drajat
-
Sunan Kalijaga
-
Sunan Kudus
-
Sunan Muria
-
Sunan Gunung Jati
-
Sunan Giri
Untuk potret mereka bisa kalian
lihat disini ya:

Metode Dakwah Wali Songo
Sebelumnya
sudah disinggung sedikit tentang metode dakwah dari Wali Songo, namun disini
kita akan membahas lebih jelas ya metode-metode yang mereka gunakan. Berikut
ini merupakan beberapa strategi dan metode dakwah yang penuh dengan kedamaian
yang ditempuh oleh Wali Songo, yaitu:
-
Ceramah
-
Tanya Jawab – Diskusi
-
Keteladanan
-
Pendidikan
-
Bi’tsah dan Ekspansi
-
Kesenian
-
Silaturrahim
Komentar
Posting Komentar